Lumajang, Satu Detik — Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Lumajang, Mustaqim, menegaskan bahwa digitalisasi dalam penanganan stunting bukan sekadar tren atau gimmick birokrasi.
Mustaqim menyebut bahwa itu merupakan kebutuhan sistemik yang harus dijawab dengan inovasi nyata.
Pernyataan itu disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Digitalisasi Administrasi Pemerintahan Bidang Penanganan Stunting yang digelar di Ruang Khresna, Kantor Diskominfo Lumajang, Rabu (9/7/2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kesempatan itu, Diskominfo memperkenalkan aplikasi e-Stunting, sistem terintegrasi yang dirancang untuk menyatukan data, memudahkan input, serta mempercepat pengambilan keputusan dalam intervensi gizi.
“Kita tidak bisa selesaikan masalah stunting dengan pendekatan konvensional. Kuncinya ada di data yang akurat, cepat, dan bisa dibaca siapa saja yang punya tanggung jawab dari Bupati sampai Kader Posyandu,” ujar Mustaqim.
Ia menjelaskan, aplikasi e-Stunting memungkinkan akses real-time terhadap grafik, tren, dan peta sebaran kasus gizi buruk.
Fitur ini diklaim dapat membantu pimpinan wilayah dalam mengevaluasi program sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor.
Mustaqim juga menekankan pentingnya keberlanjutan dan kolaborasi dalam penerapan teknologi tersebut.
Untuk itu, sosialisasi dilakukan secara bertahap kepada seluruh pelaksana lapangan, mulai dari puskesmas, bidan desa, hingga kader Posyandu.
“Kalau Surabaya butuh sepuluh tahun untuk membangun sistem stunting yang matang, kita mulai lebih awal agar bisa tumbuh bersama. Aplikasi ini adalah pondasi, bukan produk final,” ucapnya.
Diskominfo bersama Dinas Kesehatan dan P2KB Lumajang juga membuka ruang evaluasi publik untuk menyerap masukan dari pengguna lapangan, termasuk menyesuaikan sistem dengan aplikasi pusat seperti e-PPGBM dan SIGIZI.
Melalui e-Stunting, Pemerintah Kabupaten Lumajang menunjukkan komitmennya dalam mendorong reformasi birokrasi digital yang berpihak pada rakyat, khususnya anak-anak yang menjadi masa depan daerah dan bangsa.(Hari)
Penulis : Hariyanto
Editor : Mujibul Choir

















