Lumajang, Satu Detik – Sebanyak 17 warga belajar dari Program Kejar Paket B dan C menerima ijazah dalam seremoni yang digelar di Gedung Panti PKK Lumajang, Selasa (29/7/2025).
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, menyerahkan langsung ijazah kepada para lulusan.
Dalam sambutannya, ia menyebut ijazah tersebut bukan sekadar dokumen kelulusan, melainkan simbol perjuangan dan semangat belajar yang tak mengenal usia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ijazah ini adalah bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk belajar. Justru dari keterbatasan itu lahir tekad bahwa pendidikan adalah hak setiap insan, kapan pun dan di mana pun,” ujar Dewi Natalia.
Acara tersebut turut dihadiri Ketua Yayasan Digdaya Tigang Juru, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lumajang, serta para orang tua dan wali murid. Kehadiran berbagai unsur ini menegaskan pentingnya kolaborasi dalam mendorong pendidikan yang lebih merata dan inklusif.
Salah satu warga belajar, Indra Alifia, menyampaikan rasa harunya atas kesempatan menempuh pendidikan yang sebelumnya sempat tertunda.
“Semoga program ini terus berlanjut agar semakin banyak saudara kami dapat merasakan manfaatnya,” tuturnya.
Dewi Natalia juga menekankan pentingnya peran keluarga, tutor, serta kader PKK di desa dan kecamatan dalam membangun ekosistem pendidikan non-formal.
“Pendidikan adalah tangga menuju kehidupan yang lebih baik. Tangga itu harus tersedia bagi semua,” katanya.
Selain penyerahan ijazah, kegiatan juga dirangkai dengan sosialisasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) oleh PKBM Sakinah PKK Lumajang.
Sosialisasi ini bertujuan menghubungkan lulusan program kejar paket dengan jenjang pendidikan selanjutnya.
Program kejar paket yang difasilitasi PKK Lumajang dinilai telah menjadi jembatan bagi masyarakat yang sempat tertinggal dalam pendidikan, sekaligus membangun rasa percaya diri dan membuka ruang partisipasi warga dalam pembangunan daerah. (Hari)
Penulis : Yoni Kristiono
Editor : Mujibul Choir

















