Jadi Korban Keisengan Teman Sekamar, Santri di Lumajang Minum Cairan HCL Hingga Muntah

- Penulis Berita

Tuesday, 30 September 2025 - 18:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ibu korban saat ditemui di rumahnya

Ibu korban saat ditemui di rumahnya

Lumajang, Satu Detik – Seorang santri mengalami muntah-muntah dan mengeluarkan cairan hitam usai meminum larutan HCL atau asam klorida saat di kamar Pesantren Asy-syarifiy 01 Desa Pandanwangi, Kecamatan Tempeh, Lumajang.

Akibat kejadian itu, korban mengalami gangguan saluran pencernaan hebat. Sejumlah organ dalamnya rusak parah, sehingga tidak bisa memproses asupan makanan ataupun minuman sejak bulan Juli 2025.

Kini korban hanya bisa terkulai lemas tak berdaya. Untuk mempertahankan hidupnya, korban harus disuplay susu khusus operasi melalui selang ditubuhnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Informasi kondisi korban terungkap setelah pihak pesantren melakukan penggalangan dana di laman kitabisa.com.

Ratna Purwati, ibu dari Dewangga Eza Naufal Al Yusan (13), warga Desa Tempeh Tengah, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang menceritakan, awalnya korban mendapat larutan HCL atau asam klorida dari teman sekamarnya.

Waktu itu, pelaku memegang botol minuman bersoda yang berisi larutan HCL menuju kamar. Korban yang merasa kehausan usai melaksanakan piket, lalu meminta botol tersebut.

Tanpa curiga, korban langsung meminum cairan yang ada di botol itu. Seketika korban merasakan tubuhnya panas serasa terbakar. Korban juga mengalami muntah-muntah dan mengeluarkan cairan hitam.

Parahnya lagi, pelaku justru menertawakan apa yang dialami korban. Selang beberapa menit kemudian, korban dilarikan ke puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis.

“Anak saya tanya, itu minuman apa? lalu dijawab, jika minuman itu dikasih ibu-ibu. Makanya langsung diminum anak saya tanpa curiga,” ucap Ratna ketika mendampingi anaknya itu, Selasa (30/9/2025).

Menurutnya, pelaku mendapatkan cairan berbahaya itu dari gudang kawasan pondok. Semula larutan korosif itu dibuat mainan. Namun kemudian pelaku memindahkannya ke dalam botol bekas minuman.

Apa yang dilakukan pelaku dinilai ada unsur kesengajaan. Selain korban, masih ada 2 santri lainnya yang ikut meminum cairan berbahaya itu. Beruntung 2 korban lainnya hanya mengalami muntah-muntah biasa.

“Paling parah anak saya, mungkin yang diminum cukup banyak,” terangnya.

Sementara Dewan Pengasuh Ponpes Asy-Syarifiy 01, Ahmad Syaifuddin Amin menegaskan jika pelaku sudah dikeluarkan dari pesantren. Sebab apa yang dilakukan merupakan pelanggaran berat dan tidak bisa ditolelir.

Meski begitu, pihak pesantren terus berupaya menjembatani pengobatan korban dan tanggung jawab wali pelaku hingga sembuh.

“Air keras jenis HCL itu bukan kita letakkan sembarangan, sudah disimpan rapi dan jauh dari jangkauan anak-anak. Tapi diambil juga oleh santri dari gudang,” kata Syaifuddin saat ditemui di area ponpes.

Sampai sekarang, korban masih menjalani perawatan intensif di rumahnya dengan pengawasan ketat, sambil menunggu tindakan medis lebih lanjut. (mrus)

Facebook Comments Box

Penulis : muachrus

Editor : Mujibul Choir

Berita Terkait

Belasan Aktivis PMII Aksi Bungkam di Depan Polres Lumajang
GPM Lumajang Salurkan Puluhan Ton Pangan, Tekan Harga dan Jaga Daya Beli Warga
DPRD Lumajang Soroti Kesiapan Pemerintah Hadapi Gempuran Teknologi dan AI
Penghuni New Site Development di Handel Bere Kapuas di Data Ulang
Kasus Peluru Nyasar di MTsN Lumajang Belum Terungkap
Satlantas Polres Lumajang Bagikan Bunga dan Cokelat kepada Pengendara Tertib
Bupati Lumajang Instruksikan Fasilitas Kesehatan Tidak Menolak Pasien Tidak Mampu
Satlantas Polres Lumajang Gelar Ramp Check Angkutan Umum di Terminal Minak Koncar

Berita Terkait

Thursday, 12 February 2026 - 21:02 WIB

Belasan Aktivis PMII Aksi Bungkam di Depan Polres Lumajang

Thursday, 12 February 2026 - 20:42 WIB

GPM Lumajang Salurkan Puluhan Ton Pangan, Tekan Harga dan Jaga Daya Beli Warga

Thursday, 12 February 2026 - 20:37 WIB

DPRD Lumajang Soroti Kesiapan Pemerintah Hadapi Gempuran Teknologi dan AI

Thursday, 12 February 2026 - 10:18 WIB

Penghuni New Site Development di Handel Bere Kapuas di Data Ulang

Tuesday, 10 February 2026 - 21:55 WIB

Satlantas Polres Lumajang Bagikan Bunga dan Cokelat kepada Pengendara Tertib

Tuesday, 10 February 2026 - 21:51 WIB

Bupati Lumajang Instruksikan Fasilitas Kesehatan Tidak Menolak Pasien Tidak Mampu

Monday, 9 February 2026 - 23:28 WIB

Satlantas Polres Lumajang Gelar Ramp Check Angkutan Umum di Terminal Minak Koncar

Monday, 9 February 2026 - 23:25 WIB

PWI Lumajang Dorong Peningkatan UKW, Baru 30 Persen Wartawan yang Kompeten

Berita Terbaru

Belasan Aktivis PMII Lumajang saat aksi bungkam di depan Polres Lumajang

Daerah

Belasan Aktivis PMII Aksi Bungkam di Depan Polres Lumajang

Thursday, 12 Feb 2026 - 21:02 WIB