Konsultan Kepariwisataan Akui Perkembangan Batik Khas Lumajangan

- Penulis Berita

Sunday, 5 October 2025 - 19:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sri Endah Dosen Unair saat menunjukkan batik khas Lumajangan

Sri Endah Dosen Unair saat menunjukkan batik khas Lumajangan

Lumajang, Satu Detik – Konsultan Kepariwisataan, Dr. Sri Endah Nurhidayati, S.Sos, MSi, mengakui perkembangan batik tulis khas Lumajangan semakin bernilai.

Bukan hanya soal ragam hiasnya yang kaya. Tetapi juga tehnik pewarnaan yang telah berkembang, dengan mengandalkan pewarna alami.

“Saya melihat batik tulis di sini sudah memiliki value. Itu jadi modal dasar untuk mengembangkan batik khas Lumajangan,” ungkap Sri Endah, dosen Universitas Airlangga kemarin.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kedepan jika industri batik tulis di Kabupaten Lumajang berkembang pesat, tentu akan jadi sebuah destinasi wisata.

Sehingga pengrajin batik bisa membuat wisata edukasi untuk pelajar. Termasuk wisata belanja batik tulis. Karena batik pasti akan selalu diburu orang.

Lebih menarik lagi, batik tulis tidak sekedar dijual berupa lembaran kain. Melainkan diseragamkan jadi sepatu, tas, selendang dan produk lainnya.

Tak hanya berhenti di situ, batik tulis juga bisa dirubah menjadi destinasi wisata budaya. Sehingga masyarakat nanti akan belajar tebtang filosofi yang terkandung pada sebuah batik tulis.

Mereka juga bisa belajar cara mencanting yang baik, yang nantinya diberi oleh-oleh hasil karyanya. Hal itu akan semakin menarik minat wisatawan.

“Mereka selain bisa belajar juga mendapat karya batik, sekalipun itu berupa sapu tangan, selendang pasti senang,” jelasnya.

Ia menegaskan jika anggapan semua batik itu sama adalah salah besar. Sebab setiap karya batik tulis memiliki keunikannya masing-masing.

Ada cerita tersendiri di balik setiap goresan canting pengrajin batik. Karena itu merupakan bagian dari nilai sebuah batik.

“Makanya saya selalu bilang agar pengrajin batik tulis bisa bercerita tentang karyanya. Karena cerita itu bisa dijual untuk menambah nilai sebuah batik, ini yang perlu dilakukan. Seperti batik jaran kencak, historisnya bagaimana, itu harus diceritakan,” pungkasnya. (mrus)

Facebook Comments Box

Penulis : muachrus

Editor : Mujibul Choir

Berita Terkait

Penghuni New Site Development di Handel Bere Kapuas di Data Ulang
Kasus Peluru Nyasar di MTsN Lumajang Belum Terungkap
Satlantas Polres Lumajang Bagikan Bunga dan Cokelat kepada Pengendara Tertib
Bupati Lumajang Instruksikan Fasilitas Kesehatan Tidak Menolak Pasien Tidak Mampu
Satlantas Polres Lumajang Gelar Ramp Check Angkutan Umum di Terminal Minak Koncar
PWI Lumajang Dorong Peningkatan UKW, Baru 30 Persen Wartawan yang Kompeten
PWI Tegaskan, HPN 2026 di Lumajang Bukan Sekadar Seremoni
DPRD Lumajang Soroti Pembenahan Sarpras Pendidikan dan Kebijakan Regrouping Sekolah
Tag :

Berita Terkait

Thursday, 12 February 2026 - 10:18 WIB

Penghuni New Site Development di Handel Bere Kapuas di Data Ulang

Tuesday, 10 February 2026 - 21:58 WIB

Kasus Peluru Nyasar di MTsN Lumajang Belum Terungkap

Tuesday, 10 February 2026 - 21:55 WIB

Satlantas Polres Lumajang Bagikan Bunga dan Cokelat kepada Pengendara Tertib

Tuesday, 10 February 2026 - 21:51 WIB

Bupati Lumajang Instruksikan Fasilitas Kesehatan Tidak Menolak Pasien Tidak Mampu

Monday, 9 February 2026 - 23:28 WIB

Satlantas Polres Lumajang Gelar Ramp Check Angkutan Umum di Terminal Minak Koncar

Monday, 9 February 2026 - 23:25 WIB

PWI Lumajang Dorong Peningkatan UKW, Baru 30 Persen Wartawan yang Kompeten

Monday, 9 February 2026 - 23:22 WIB

PWI Tegaskan, HPN 2026 di Lumajang Bukan Sekadar Seremoni

Tuesday, 3 February 2026 - 23:07 WIB

DPRD Lumajang Soroti Pembenahan Sarpras Pendidikan dan Kebijakan Regrouping Sekolah

Berita Terbaru

Kasi Pidm Sihumas Polres Lumajang Ipda Suprapto, SH

Daerah

Kasus Peluru Nyasar di MTsN Lumajang Belum Terungkap

Tuesday, 10 Feb 2026 - 21:58 WIB