Tak Ditempati, Pemerintah akan Tarik Kembali Relokasi Hunian Tetap di BSD Lumajang

- Penulis Berita

Thursday, 27 November 2025 - 21:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Lumajang ketika mendampingi kepala BNPB di posko pengunsian

Bupati Lumajang ketika mendampingi kepala BNPB di posko pengunsian

​Lumajang, Satu Detik – Pemerintah Kabupaten Lumajang mengambil langkah tegas dengan rencana menarik kembali Hunian Tetap (Huntap) di Bumi Semeru Damai (BSD), Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro.

Kebijakan itu menyasar Huntap yang tidak ditempati oleh warga asal Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, yang terdampak erupsi Semeru 19 November 2025 lalu.

​Bupati Lumajang, Ir. Indah Amperawati, MSi, mengungkapkan bahwa meskipun sebagian warga sudah mulai menempati unit relokasi, sebagian besar masih memilih bertahan di pengungsian dengan alasan keamanan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​”Huntap yang tidak ditempati akan kita tarik dan dijadikan aset pemerintah. Biar tidak dobel dapat huniannya,” kata Bunda Indah, sapaan akrab Bupati, pada Kamis (27/11/2025).

​Keputusan warga untuk tidak menghuni BSD lantaran alasan lokasi terlalu jauh dari mata pencaharian mereka di Pronojiwo.

Warga bahkan menuntut agar Huntap baru dibangun di sekitar Kecamatan Pronojiwo.

​Namun konsekwensinya, Warga yang sebelumnya mendapat unit di BSD akan kehilangan hak atas hunian tersebut.

​Mereka akan didaftarkan untuk mendapatkan Huntap baru yang rencananya dibangun di sekitar Pronojiwo.

“​Sambil menunggu Huntap baru siap, pemerintah memberikan Uang Tunggu Hunian (UTH) sebesar Rp600.000 per KK setiap bulannya,” jelasnya.

​​Bunda Indah menekankan bahwa langkah tersebut krusial. “Masalahnya kalau dibuatkan hunian dan lokasinya jauh, mereka akan kembali lagi ke zona merah,” tambahnya.

​Pemerintah saat ini tengah mengidentifikasi lahan baru milik Perhutani atau Dinas Kehutanan yang dinyatakan aman dari ancaman bencana Semeru.

“Jumlahnya ya 200 rumah yang terdampak itu saja, tapi masih kita identifikasi lagi,” pungkasnya.(mrus)

Facebook Comments Box

Penulis : muachrus

Editor : Mujibul Choir

Berita Terkait

Sinergi TNI dan Insan Pers, Pusat Teritorial TNI Angkatan Darat Gelar Pembinaan Media Informasi Teritorial di Kodim 0821 Lumajang
Tim Pusterad Mabes TNI AD Kunjungi Markas PWI Kabupaten Lumajang
Perkuat Deteksi Dini, Pemkab Lumajang Tekan Risiko Penyakit Jantung
Tradisi Kupatan di Lumajang Gerakkan Ekonomi Rakyat dan Pariwisata
Lantik 98 PNS, Bupati Lumajang Tekankan Transformasi Budaya Kerja ASN yang Berorientasi Pelayanan
TNI AD Siapkan Batalyon Teritorial Pembangunan untuk Perkuat Pertahanan dan Ketahanan Pangan
Perhutani KPH Probolinggo Lakukan Pengukuran Lahan untuk Rencana Pengembangan KDMP di Lumajang
Pemkab Lumajang Salurkan Dana Tunggu Hunian bagi 43 KK Terdampak Semeru

Berita Terkait

Wednesday, 1 April 2026 - 15:03 WIB

Sinergi TNI dan Insan Pers, Pusat Teritorial TNI Angkatan Darat Gelar Pembinaan Media Informasi Teritorial di Kodim 0821 Lumajang

Wednesday, 1 April 2026 - 14:52 WIB

Tim Pusterad Mabes TNI AD Kunjungi Markas PWI Kabupaten Lumajang

Monday, 30 March 2026 - 20:23 WIB

Perkuat Deteksi Dini, Pemkab Lumajang Tekan Risiko Penyakit Jantung

Monday, 30 March 2026 - 20:04 WIB

Tradisi Kupatan di Lumajang Gerakkan Ekonomi Rakyat dan Pariwisata

Saturday, 14 March 2026 - 04:03 WIB

TNI AD Siapkan Batalyon Teritorial Pembangunan untuk Perkuat Pertahanan dan Ketahanan Pangan

Saturday, 14 March 2026 - 03:41 WIB

Perhutani KPH Probolinggo Lakukan Pengukuran Lahan untuk Rencana Pengembangan KDMP di Lumajang

Thursday, 26 February 2026 - 23:00 WIB

Pemkab Lumajang Salurkan Dana Tunggu Hunian bagi 43 KK Terdampak Semeru

Thursday, 26 February 2026 - 04:23 WIB

Sopir Truk Oleng di Jalan Nasional Lumajang–Probolinggo Diamankan Polisi

Berita Terbaru

Sekda Lumajang saat menyerahkan tali asih kepada PNS purna tugas

Uncategorized

Pemkab Lumajang Beri Penghargaan kepada 27 PNS Purna Tugas

Monday, 30 Mar 2026 - 20:00 WIB