Lumajang, Satu Detik – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang menunjukkan komitmennya dalam upaya mencegah pernikahan usia dini. Hal itu ditunjukkan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Lumajang saat menggelar sosialisasi bertema “Pencegahan Perkawinan Dini dan Stunting” di SMA 1 Lumajang, Selasa (09/12/2025).
Kepala Bidang Informasi Diskominfo, Richo, menyampaikan, selain diikuti oleh wali kelas dan seluruh siswa dari kelas X, XI, hingga XII, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemkab Lumajang dalam melindungi anak dari perkawinan usia dini dan stunting.
“Melalui regulasi, edukasi, dan layanan konseling yang inklusif, pemerintah hadir untuk memastikan setiap anak tumbuh, berkembang, dan memperoleh haknya secara penuh tanpa diskriminasi,” ujarnya, Rabu (10/12/2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Richo menjelaskan, perkawinan usia dini berdampak serius bagi masa depan anak, terutama dalam pendidikan yang berisiko menyebabkan putus sekolah. Selain itu, dapat menimbulkan gangguan kesehatan reproduksi hingga tekanan psikologis akibat ketidaksiapan mental dan emosional.
“Oleh karena itu, pemerintah akan terus mendorong anak-anak untuk berfokus menyelesaikan pendidikan terlebih dahulu sebagai bekal masa depan yang lebih cerah dan mandiri,” lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Diskominfo Lumajang, Mustaqim, menekankan pentingnya pencegahan perkawinan dini dan stunting bagi anak-anak sekolah. Mereka perlu dibekali pemahaman bahwa pernikahan dini bukan sekadar soal usia, tetapi juga kesiapan mental, fisik, dan sosial.
“Menikah di usia muda cenderung membuat seseorang belum siap memikul tanggung jawab sebagai orang tua, yang dapat mengancam kesehatan ibu dan anak. Risiko kehamilan meningkat dan bayi yang dilahirkan pun berisiko lebih besar mengalami stunting,” ujarnya.
Ia menambahkan, potensi menjadi pemimpin, inovator, dan penggerak kemajuan bangsa menuju Indonesia Emas 2045 berada pada generasi muda. Namun hal itu hanya bisa terwujud jika anak-anak tumbuh dan berkembang secara sehat, cerdas, dan produktif.
“Oleh karena itu, diharapkan para siswa dapat mengambil banyak hal positif dari kegiatan sosialisasi ini serta memahami pentingnya menjauhi dampak negatif pernikahan dini,” pungkasnya.(budi)
Penulis : Budianto
Editor : Mujibul Choir

















