Kunjungi Tenda Sekolah Darurat Supiturang, Bang Pur Pastikan Layanan Pendidikan Tidak Berkurang

- Penulis Berita

Tuesday, 16 December 2025 - 21:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPR RI HM. Nur Purnamasidi saat meninjau langsung proses belajar mengajar sekolah darurat SDN Supiturang 02

Anggota DPR RI HM. Nur Purnamasidi saat meninjau langsung proses belajar mengajar sekolah darurat SDN Supiturang 02

Lumajang, Satu Detik – Terjangan erupsi lahar dingin dan panas Gunung Semeru pada 19 November 2025 yang merobohkan Gedung Sekolah SD Negeri 2 Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, memaksa pihak sekolah memindahkan seluruh kegiatan belajar ke tenda darurat agar hak pendidikan siswa tetap terpenuhi.

Dengan perlengkapan seadanya, mereka duduk beralas tikar dan menggunakan meja sederhana di tengah keterbatasan fasilitas pasca bencana. Meski demikian, kondisi itu tidak menyurutkan semangat untuk terus belajar di tenda darurat.

Terkait hal ini, anggota Komisi X DPR RI
H. Muhamad Nur Purnamasidi yang akrab disapa Bang Pur saat mengunjungi siswa yang belajar di tenda darurat tersebut menegaskan bahwa pendidikan tidak boleh terhenti meski daerah terdampak bencana.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bang Pur juga sempat menyerahkan bantuan berupa rompi, tas sekolah, seragam, buku pegangan guru, serta bahan ajar.

“Saya ingin memastikan layanan pendidikan tidak berkurang meski wilayahnya terdampak bencana,” ucapnya, selasa, (16/12/25).

Dalam kondisi seperti ini kata Bang Pur negara harus hadir penuh untuk menjamin keberlanjutan pendidikan anak-anak, melalui dukungan anggaran pemerintah pusat.

“Jangan sampai ada anak-anak putus sekolah, baik karena biaya maupun karena bencana. Pemerintah pusat memiliki dana siap pakai dan dana BUN yang bisa digunakan,” jelasnya.

Terpisah Kasi Guru dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang, Andri Wahyudi, menyampaikan, pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat untuk fakus trauma healing di sekolah tenda dalam penanganan pendidikan pasca bencana.

“Respons kementerian sangat positif. Tim Direktorat SD dan Satuan Pendidikan Aman Bencana sudah turun langsung dan menyalurkan school kit, family kit, serta tenda pembelajaran darurat,” ujarnya.

Sekolah darurat ini tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga pemulihan psikologis siswa.

“Saat ini kami memprioritaskan trauma healing agar anak-anak kembali merasa aman dan nyama,” ujarnya.

Kepala SDN 2 Supiturang, Ali Wafi menambahkan tantangan utama selama proses belajar di tenda karena jika hujan turun air masuk ke tenda.

Selain menggunakan dua tenda untuk menampung masing masing tiga kelas, Ali berharap siswa segera berpindah ke lokasi belajar yang lebih aman dan layak.

“Kami tetap menjalankan pembelajaran meski terbatas. Kami mengurangi materi akademik sekitar 75 persen dan memfokuskan sisanya pada pemulihan psikologis siswa,” pungkasnya.(budi)

Lumajang, Satu Detik – Terjangan erupsi lahar dingin dan panas Gunung Semeru pada 19 November 2025 yang merobohkan Gedung Sekolah SD Negeri 2 Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, memaksa pihak sekolah memindahkan seluruh kegiatan belajar ke tenda darurat agar hak pendidikan siswa tetap terpenuhi.

Dengan perlengkapan seadanya, mereka duduk beralas tikar dan menggunakan meja sederhana di tengah keterbatasan fasilitas pasca bencana. Meski demikian, kondisi itu tidak menyurutkan semangat untuk terus belajar di tenda darurat.

Terkait hal ini, anggota Komisi X DPR RI
H. Muhamad Nur Purnamasidi yang akrab disapa Bang Pur saat mengunjungi siswa yang belajar di tenda darurat tersebut menegaskan bahwa pendidikan tidak boleh terhenti meski daerah terdampak bencana.

Bang Pur juga sempat menyerahkan bantuan berupa rompi, tas sekolah, seragam, buku pegangan guru, serta bahan ajar.

“Saya ingin memastikan layanan pendidikan tidak berkurang meski wilayahnya terdampak bencana,” ucapnya, selasa, (16/12/25).

Dalam kondisi seperti ini kata Bang Pur negara harus hadir penuh untuk menjamin keberlanjutan pendidikan anak-anak, melalui dukungan anggaran pemerintah pusat.

“Jangan sampai ada anak-anak putus sekolah, baik karena biaya maupun karena bencana. Pemerintah pusat memiliki dana siap pakai dan dana BUN yang bisa digunakan,” jelasnya.

Terpisah Kasi Guru dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang, Andri Wahyudi, menyampaikan, pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat untuk fakus trauma healing di sekolah tenda dalam penanganan pendidikan pasca bencana.

“Respons kementerian sangat positif. Tim Direktorat SD dan Satuan Pendidikan Aman Bencana sudah turun langsung dan menyalurkan school kit, family kit, serta tenda pembelajaran darurat,” ujarnya.

Sekolah darurat ini tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga pemulihan psikologis siswa.

“Saat ini kami memprioritaskan trauma healing agar anak-anak kembali merasa aman dan nyama,” ujarnya.

Kepala SDN 2 Supiturang, Ali Wafi menambahkan tantangan utama selama proses belajar di tenda karena jika hujan turun air masuk ke tenda.

Selain menggunakan dua tenda untuk menampung masing masing tiga kelas, Ali berharap siswa segera berpindah ke lokasi belajar yang lebih aman dan layak.

“Kami tetap menjalankan pembelajaran meski terbatas. Kami mengurangi materi akademik sekitar 75 persen dan memfokuskan sisanya pada pemulihan psikologis siswa,” pungkasnya.(budi)

Facebook Comments Box

Penulis : Budianto

Editor : Mujibul Choir

Berita Terkait

Sinergi TNI dan Insan Pers, Pusat Teritorial TNI Angkatan Darat Gelar Pembinaan Media Informasi Teritorial di Kodim 0821 Lumajang
Tim Pusterad Mabes TNI AD Kunjungi Markas PWI Kabupaten Lumajang
Perkuat Deteksi Dini, Pemkab Lumajang Tekan Risiko Penyakit Jantung
Tradisi Kupatan di Lumajang Gerakkan Ekonomi Rakyat dan Pariwisata
Lantik 98 PNS, Bupati Lumajang Tekankan Transformasi Budaya Kerja ASN yang Berorientasi Pelayanan
TNI AD Siapkan Batalyon Teritorial Pembangunan untuk Perkuat Pertahanan dan Ketahanan Pangan
Perhutani KPH Probolinggo Lakukan Pengukuran Lahan untuk Rencana Pengembangan KDMP di Lumajang
Pemkab Lumajang Salurkan Dana Tunggu Hunian bagi 43 KK Terdampak Semeru

Berita Terkait

Wednesday, 1 April 2026 - 15:03 WIB

Sinergi TNI dan Insan Pers, Pusat Teritorial TNI Angkatan Darat Gelar Pembinaan Media Informasi Teritorial di Kodim 0821 Lumajang

Wednesday, 1 April 2026 - 14:52 WIB

Tim Pusterad Mabes TNI AD Kunjungi Markas PWI Kabupaten Lumajang

Monday, 30 March 2026 - 20:23 WIB

Perkuat Deteksi Dini, Pemkab Lumajang Tekan Risiko Penyakit Jantung

Monday, 30 March 2026 - 20:04 WIB

Tradisi Kupatan di Lumajang Gerakkan Ekonomi Rakyat dan Pariwisata

Saturday, 14 March 2026 - 04:03 WIB

TNI AD Siapkan Batalyon Teritorial Pembangunan untuk Perkuat Pertahanan dan Ketahanan Pangan

Saturday, 14 March 2026 - 03:41 WIB

Perhutani KPH Probolinggo Lakukan Pengukuran Lahan untuk Rencana Pengembangan KDMP di Lumajang

Thursday, 26 February 2026 - 23:00 WIB

Pemkab Lumajang Salurkan Dana Tunggu Hunian bagi 43 KK Terdampak Semeru

Thursday, 26 February 2026 - 04:23 WIB

Sopir Truk Oleng di Jalan Nasional Lumajang–Probolinggo Diamankan Polisi

Berita Terbaru

Sekda Lumajang saat menyerahkan tali asih kepada PNS purna tugas

Uncategorized

Pemkab Lumajang Beri Penghargaan kepada 27 PNS Purna Tugas

Monday, 30 Mar 2026 - 20:00 WIB