Lebih dari Sekadar Terapi, Binar Terpadu Membangun Kemandirian Anak Melalui Sinergi Orang Tua

- Penulis Berita

Sunday, 21 December 2025 - 22:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto anak-anak ketika perfom pada peringatan hari ulang tahun Binar Terpadu Indonesia ke 6 tahun

Foto anak-anak ketika perfom pada peringatan hari ulang tahun Binar Terpadu Indonesia ke 6 tahun

​Lumajang, Satu Detik – Berawal dari kepedulian terhadap anak-anak berkebutuhan khusus (ABK), layanan intervensi BINAR yang ada di Jalan Singo Joyo, Desa Klanting, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang kini terus mengepakkan sayapnya.

Tak hanya menjadi pusat terapi bagi penyandang disabilitas, BINAR telah bertransformasi menjadi wadah stimulasi tumbuh kembang semua anak. Termasuk anak “tipikal” atau non-disabilitas.

​Kepala Layanan BINAR, Erika Yunia wandra, M.Pd, menyampaikan, seiring berjalannya waktu, kesadaran masyarakat akan pentingnya stimulasi dini semakin meningkat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Konsep awal kami memang khusus untuk ABK. Namun, ternyata banyak orang tua anak tipikal yang juga membutuhkan bantuan untuk stimulasi motorik, sensori, dan aspek perkembangan lainnya, agar tumbuh kembang anak lebih optimal,” ungkapnya di tengah kegiatan hari ulang tahun Binar yang ke 6 tahun, Minggu (21/12/2025).

​Sebagai lembaga berbasis pendidikan, mereka hanya menangani 2 klasifikasi kasus, yakni mampu didik dan mampu latih. Hal itu dilakukan karena keterbatasannya dalam menangani kasus.

​”Jika hasil asesmen masuk kategori ‘mampu rawat’, artinya kondisi hambatan menyeluruh sehingga hanya bisa dirawat sepenuhnya oleh orang tua. Maka kami akan mengembalikannya ke keluarga. Namun, kami tetap memberikan saran dan penguatan agar orang tua bisa merawat anak dengan lebih baik di rumah,” tambahnya.

Dalam praktiknya, BINAR menggabungkan dua pendekatan psikologis, berupa humanistik dan behavioristik.

Pendekatan humanistik diterapkan untuk menerima dan memahami bahwa setiap anak memiliki kebutuhan yang unik dan beragam.

Sementara, untuk tindakan atau treatment, mereka menggunakan pola behavioristik.

​”Misalnya, membiasakan anak untuk tertib, menaruh tas pada tempatnya, dan hal-hal sederhana lainnya. Ini bukan hanya untuk ABK, tapi prinsip kehidupan yang bisa diterapkan pada semua anak,” jelasnya.

Tantangan terbesar yang dihadapinya selama ini adalah bagaimana membangun kesadaran orang tua di rumah.

Pihaknya menekankan bahwa terapi tidak akan maksimal jika hanya mengandalkan pertemuan satu jam di lembaga tanpa adanya kelanjutan di rumah.

​”Kami selalu berdiskusi dengan orang tua setelah sesi selesai. Kami ingatkan bahwa perkembangan anak butuh kerja sama. Orang tua jangan hanya ‘pasrah’ karena sudah membayar, tapi harus ikut terlibat dalam stimulasi dan menjaga pola makan atau diet anak jika diperlukan,” tegasnya.

Kepercayaan masyarakat terhadap BINAR terlihat dari pertumbuhan jumlah siswa dan tenaga pengajarnya.

Awalnya, mentornya hanya ada 4 orang di tahun 2020 yang kini meningkat jadi 16 orang.

“Tahun 2026 mendatang, jumlah anak yang kita tangani diprediksi ada 105 yang sudah mendaftar. Sekarang ini baru sekitar 90an anak,” terangnya.

Sementara Ketua Yayasan Binar Terpadu Indonesia, Haryanto, S.Pd, menambahkan jika Binar Terpadu terus menjadi rumah harapan, bukan hanya sebagai tempat anak-anak diterapi melainkan juga dihargai sebagai manusia seutuhnya.

“Kita, Binar Terpadu berkomitmen untuk terus menyalakan cahaya harapan, agar tidak ada satupun anak yang tertinggal. Dengan semangat inklusifitas, keberlanjutan dan kemanusiaan tentunya,” tandasnya.(mrus)

Facebook Comments Box

Penulis : Makhrus

Editor : Mujibul Choir

Berita Terkait

Sinergi TNI dan Insan Pers, Pusat Teritorial TNI Angkatan Darat Gelar Pembinaan Media Informasi Teritorial di Kodim 0821 Lumajang
Tim Pusterad Mabes TNI AD Kunjungi Markas PWI Kabupaten Lumajang
Perkuat Deteksi Dini, Pemkab Lumajang Tekan Risiko Penyakit Jantung
Tradisi Kupatan di Lumajang Gerakkan Ekonomi Rakyat dan Pariwisata
Lantik 98 PNS, Bupati Lumajang Tekankan Transformasi Budaya Kerja ASN yang Berorientasi Pelayanan
TNI AD Siapkan Batalyon Teritorial Pembangunan untuk Perkuat Pertahanan dan Ketahanan Pangan
Perhutani KPH Probolinggo Lakukan Pengukuran Lahan untuk Rencana Pengembangan KDMP di Lumajang
Pemkab Lumajang Salurkan Dana Tunggu Hunian bagi 43 KK Terdampak Semeru

Berita Terkait

Wednesday, 1 April 2026 - 15:03 WIB

Sinergi TNI dan Insan Pers, Pusat Teritorial TNI Angkatan Darat Gelar Pembinaan Media Informasi Teritorial di Kodim 0821 Lumajang

Wednesday, 1 April 2026 - 14:52 WIB

Tim Pusterad Mabes TNI AD Kunjungi Markas PWI Kabupaten Lumajang

Monday, 30 March 2026 - 20:23 WIB

Perkuat Deteksi Dini, Pemkab Lumajang Tekan Risiko Penyakit Jantung

Monday, 30 March 2026 - 20:04 WIB

Tradisi Kupatan di Lumajang Gerakkan Ekonomi Rakyat dan Pariwisata

Saturday, 14 March 2026 - 04:03 WIB

TNI AD Siapkan Batalyon Teritorial Pembangunan untuk Perkuat Pertahanan dan Ketahanan Pangan

Saturday, 14 March 2026 - 03:41 WIB

Perhutani KPH Probolinggo Lakukan Pengukuran Lahan untuk Rencana Pengembangan KDMP di Lumajang

Thursday, 26 February 2026 - 23:00 WIB

Pemkab Lumajang Salurkan Dana Tunggu Hunian bagi 43 KK Terdampak Semeru

Thursday, 26 February 2026 - 04:23 WIB

Sopir Truk Oleng di Jalan Nasional Lumajang–Probolinggo Diamankan Polisi

Berita Terbaru

Sekda Lumajang saat menyerahkan tali asih kepada PNS purna tugas

Uncategorized

Pemkab Lumajang Beri Penghargaan kepada 27 PNS Purna Tugas

Monday, 30 Mar 2026 - 20:00 WIB