Lumajang, Satu Detik – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lumajang terus memperluas jangkauan penghimpunan zakat, hingga ke tingkat desa-desa.
Baznas Lumajang menargetkan mampu mengentaskan sedikitnya 700 warga dari kemiskinan setiap tahunnya, dari optimalisasi Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) di seluruh desa dan kelurahan.
Ketua Baznas Lumajang, Drs. H. M. Nur Sahid, MA menjelaskan, langkah optimis di tahun 2026 itu didorong oleh tren positif perolehan zakat sepanjang 2025.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Meskipun awalnya sempat terkendala pada tahun 2024, akibat banyaknya ASN yang pensiun. Namun kondisi keuangan Baznas Lumajang kembali menguat pasca pengangkatan PPPK tahun 2025 lalu.
”Rata-rata perolehan bulanan naik dari Rp 400 juta menjadi Rp 550 juta. Total perolehan selama 2025 bahkan lebih dari Rp6 miliar,” ujar Nur Sahid, Selasa (13/1/2026).
Untuk menjaga hal tersebut, Baznas Lumajang kini berfokus membangun kekuatan di level desa.
Saat ini, UPZ tingkat desa baru resmi berjalan di Desa Pasirian dan Desa Madurejo, Kecamatan Pasirian sebagai percontohan.
Ditambah lagi dengan potensi besar dari 1.000 masjid yang telah mengantongi SK UPZ.
”Ribuan masjid ini masih dalam tahap pembinaan. Tujuannya agar mereka tidak hanya sekadar mengumpulkan zakat, tapi benar-benar mampu memakmurkan lingkungan di sekitarnya,” lanjutnya.
Nur Sahid menegaskan, penguatan struktur tersebut bukan sekadar mengejar pemasukan, melainkan efektivitas penyaluran.
Jika UPZ di seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Lumajang aktif secara serentak, dampaknya akan sangat signifikan bagi penurunan angka kemiskinan daerah.
”Jika UPZ di 205 desa dan kelurahan jalan semua, kita bisa mengentaskan kemiskinan sampai 700 orang per tahun, jumlah itu kemungkinan akan terus bertambah. Inilah kekuatan ekosistem kepedulian masyarakat yang sedang kita bangun,” pungkasnya. (Mrus)
Penulis : muachrus
Editor : Mujibul Choir

















