Lumajang, Satu Detik – Proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Sumber Mrutu, wilayah utara Lumajang, memasuki tahap lelang pada 2026.
Proyek ini diharapkan menjadi solusi penyediaan air bersih bagi ribuan rumah tangga di kawasan tersebut.
Berdasarkan data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), proyek tersebut tercatat dengan kode lelang 10122914000.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemerintah mengalokasikan pagu anggaran sebesar Rp 60 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Lumajang, Fahrizal Muttaqien Akbariawan, membenarkan bahwa proyek SPAM Sumber Mrutu telah memasuki proses lelang.
Ia menyebutkan, pembangunan akan mencakup broncaptering dan instalasi pompa di kawasan sumber air di Desa Pandansari.
“Sementara untuk reservoir akan dibangun di Desa Sawaran Kulon, Kecamatan Kedungjajang,” ujar Fahrizal, Kamis, 23 April 2026.
Ia menjelaskan, jaringan perpipaan menjadi komponen utama dalam proyek ini. Total panjang pipa yang direncanakan mencapai sekitar 43 kilometer.
Rinciannya meliputi pipa transmisi sepanjang kurang lebih 9,8 kilometer dan pipa distribusi sekitar 33 kilometer.
Menurut Fahrizal, proyek tahap pertama menargetkan sekitar 2.400 sambungan rumah (SR) di Kecamatan Kedungjajang.
Pembangunan direncanakan berlangsung bertahap mulai 2026 hingga 2028.
Pada 2026, Kementerian PUPR akan membangun sekitar 600 sambungan rumah. Selanjutnya, sebanyak 1.800 sambungan rumah akan dikerjakan oleh Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) pada periode 2027 hingga 2028.
Untuk tahap lanjutan, pemerintah daerah telah mengusulkan pembangunan tambahan berupa reservoir di Desa Sawaran Lor, Kecamatan Klakah, serta di Desa Jenggrong, Kecamatan Ranuyoso.
Selain itu, pengembangan jaringan perpipaan dan sambungan rumah juga akan diperluas sesuai kebutuhan masyarakat.
Proyek SPAM ini diharapkan dapat meningkatkan akses air bersih, khususnya di wilayah utara Lumajang yang selama ini masih menghadapi keterbatasan layanan.(Har)
Penulis : Hariyanto
Editor : Teguh Ekaja
















