Blitar, Satu Detik – Terhitung mulai bulan Januari hingga Juni 2024, ada 9 pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Blitar meninggal dunia di luar negeri atau tempat mereka bekerja.
Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja Disnaker Kabupaten Blitar, Yopie Kharisma Sanusi menuturkan 9 PMI yang meninggal dunia di luar negeri ini tersebar dibeberapa negara.
Mereka meninggal dunia itu disebabkan karena sakit. 9 PMI ini terdiri 6 berjenis kelamin perempuan dan 3 laki – laki.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Setiap tahun selalu ada PMI yang meninggal dunia dan di tahun ini didominasi oleh PMI berjenis kelamin perempuan,” tuturnya.
Yopie menjelaskan begitu mendapat informasi ada PMI meninggal dunia di luar negeri, pihaknya terus berkoordinasi dengan KBRI hingga pengerah jasa tenaga kerja dan instansi lain.
Hal ini dilakukan untuk memastikan soal kepulangan jenazah PMI ke rumah duka.
Yopie juga menghimbau kepada para calon PMI untuk berangkat melalui jalur resmi. Selain memudahkan pengawasan, juga mudah mengambil langkah ketika ada masalah di perantauan.
Di tahun lalu, Disnaker juga menangani masalah PMI meninggal. Selama satu tahun ada 15 PMI yang meninggal di perantauan. 11 di antaranya berjenis kelamin laki-laki dan 4 adalah perempuan.
“15 PMI itu meninggal di Negara Malaysia, Hongkong, Korea Selatan dan Brunei Darussalam,” ungkapnya (Ivan)
Penulis : Ivan
Editor : MJ Choir
















