Lumajang, Satu Detik – Pemerintah Kabupaten Lumajang memastikan akses layanan kesehatan bagi warganya berjalan optimal, termasuk bagi pasien rujukan yang menjalani pengobatan di luar daerah.
Bupati Lumajang, Indah Amperawati, turun langsung mendampingi proses pemulihan Yasmin Wahyuni Ramadani (13), remaja asal Jogoyudan yang tengah menjalani perawatan pascaoperasi tumor ganas.
Dalam kunjungannya pada Jumat (24/4), Bupati yang akrab disapa dengan sebutan Bunda Indah ini menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki tanggung jawab memastikan masyarakat tidak mengalami kesulitan dalam mengakses layanan kesehatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Tidak boleh ada warga yang kesulitan berobat. Pemerintah harus hadir memastikan akses itu terbuka,” ujarnya.
Yasmin sebelumnya didiagnosis kista sebelum akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Universitas Airlangga di Surabaya dan dinyatakan menderita tumor ganas.
Ia telah menjalani operasi pengangkatan tumor dan kini berada dalam tahap pemulihan.
Pemkab Lumajang memastikan seluruh proses pengobatan, baik medis maupun non-medis, dapat diakses tanpa membebani keluarga pasien.
Selain melalui skema jaminan kesehatan nasional, pemerintah daerah juga menyediakan dukungan transportasi dan akomodasi.
Salah satu fasilitas yang dimanfaatkan adalah Graha Lamajang, rumah singgah di Surabaya yang disediakan khusus bagi warga Lumajang yang menjalani pengobatan lanjutan di rumah sakit rujukan.
Menurut Bunda Indah, layanan kesehatan tidak hanya terbatas pada tindakan medis, tetapi juga mencakup dukungan selama proses penyembuhan berlangsung.
“Layanan kesehatan harus komprehensif. Bukan hanya pengobatan, tetapi juga dukungan selama proses penyembuhan,” katanya.
Secara nasional, pemerintah terus memperkuat sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebagai bagian dari upaya mencapai cakupan kesehatan semesta atau Universal Health Coverage (UHC).
Namun, tantangan akses, terutama bagi pasien rujukan ke luar daerah, masih menjadi perhatian.
Dalam konteks tersebut, peran pemerintah daerah dinilai penting untuk menjembatani kebutuhan masyarakat dengan sistem layanan kesehatan yang tersedia.
Bagi keluarga Yasmin, dukungan tersebut memberikan dampak signifikan. Sebelumnya, keterbatasan akses membuat mereka harus menggunakan transportasi umum untuk berobat ke Surabaya.
Kini, dengan fasilitasi pemerintah daerah, beban tersebut berkurang sehingga keluarga dapat fokus pada proses pemulihan.
Kasus ini menjadi contoh konkret pentingnya integrasi layanan kesehatan antara pusat dan daerah, termasuk dalam hal sistem rujukan, fasilitas pendukung, dan kecepatan respons terhadap pasien.
Selain itu, penguatan edukasi kesehatan masyarakat, seperti deteksi dini penyakit, juga menjadi bagian penting dalam upaya menekan risiko komplikasi.
Langkah yang dilakukan Pemkab Lumajang menunjukkan bahwa layanan kesehatan yang inklusif dan berkeadilan dapat diwujudkan melalui kolaborasi dan keberpihakan pada masyarakat, terutama dalam situasi krisis.(Har)
Penulis : Hariyanto
Editor : Teguh Ekaja
















