Lumajang, Satu Detik – Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan bahwa keberhasilan 20 program prioritas pembangunan sangat ditentukan oleh peran Tenaga Pendamping Profesional (TPP) dalam memastikan program benar-benar sampai dan dirasakan masyarakat hingga tingkat desa.
Penegasan tersebut disampaikan Bupati Lumajang, Indah Amperawati, saat menghadiri kegiatan halalbihalal bersama TPP di Ruang Ranu Kumbolo, Hotel Aston Inn Lumajang, Selasa (14/4/2026).
Menurutnya, percepatan pembangunan tidak cukup hanya berhenti pada tahap perencanaan, tetapi harus dikawal secara ketat dalam implementasi di lapangan. Dalam hal ini, TPP memiliki peran krusial sebagai ujung tombak pendampingan desa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“TPP memastikan program tidak berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, program prioritas yang tengah dijalankan mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari penguatan ekonomi desa, layanan kesehatan, hingga pembangunan infrastruktur berbasis kebutuhan masyarakat.
Bupati juga menekankan pentingnya optimalisasi pemanfaatan dana dusun agar sesuai peruntukan dan mengacu pada regulasi yang telah ditetapkan.
Pengelolaan anggaran yang tepat dinilai menjadi kunci agar program berjalan efektif dan tidak menyimpang dari tujuan.
Selain itu, TPP diminta mengawal program-program yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat, seperti layanan ibu melahirkan gratis, santunan uang duka, serta operasional Posyandu agar tepat sasaran dan berjalan baik secara administrasi.
“Program ini langsung menyentuh masyarakat. Pendampingan harus memastikan manfaatnya benar-benar diterima oleh yang berhak,” tegas But Lumajang yang akarab disapa dengan sebutan Bunda Indah ini.
Bunda Indah i turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh TPP yang telah bekerja langsung di tengah masyarakat desa dengan dedikasi tinggi.
“Terima kasih atas kerja keras saudara semua. Mari kita perkuat komitmen untuk bekerja lebih baik demi kesejahteraan masyarakat Lumajang,” pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, menambahkan bahwa penguatan ekonomi desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) juga menjadi fokus penting pemerintah daerah.
Ia mendorong TPP untuk lebih aktif mendampingi pengelolaan potensi lokal, mulai dari sektor pertanian, pengelolaan air bersih, hingga pengembangan wisata desa guna mendorong kemandirian ekonomi.
“Potensi desa harus dioptimalkan. Pendampingan yang kuat akan mempercepat terwujudnya desa mandiri,” ujarnya.
Selain itu, upaya digitalisasi desa juga terus didorong, salah satunya melalui penyediaan fasilitas free hotspot guna mendukung aktivitas ekonomi dan akses informasi masyarakat.
Di tengah keterbatasan anggaran, Pemerintah Kabupaten Lumajang menekankan pentingnya penentuan skala prioritas agar setiap program yang dijalankan tetap fokus dan berdampak nyata.
Melalui penguatan sinergi tersebut, Pemkab Lumajang optimistis program prioritas pembangunan dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara merata hingga tingkat desa.(Har)
Penulis : Hariyanto
Editor : Mujibul Choir
















