Lumajang, Satu Detik – Pj. Bupati Lumajang Indah Wahyuni menyampaikan laporan evaluasi sebagai Penjabat Bupati untuk Triwulan ke III di Itjen Kemendagri.
Dalam evaluasinya di Kemendagri, PJ. Bupati mengantensi berbagai aspek sektor penting mulai inflasi, stunting, BUMD, layanan publik.
Termasuk tingkat pengangguran, kemiskinan ekstrem, kesehatan, penyerapan anggaran, program unggulan, dan perizinan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Terkait inflasi di Lumajang, dirinya mengatakan saat ini Indeks Perkembangan Harga (IPH) di kota pisang masih tergolong stabil.
Namun begitu, pihaknya terus berupaya mengendalikan IPH untuk mencegah terjadinya lonjakan harga bahan pokok.
Salah satu langkah konkrit adalah melalui operasi pasar murah dan Gerakan Pangan Murah (GPM).
Pihaknya juga menjalin kerja sama dengan Kota Malang untuk strategi pengendalian inflasi.
“Lumajang dikenal sebagai sentra beras dan cabai, dan kerja sama ini penting untuk menjaga rantai pasokan dan distribusi,” ungkapnya
Bunda Yuyun sapaan akrabnya juga menyampaikan jika tim evaluasi dari Inspektorat Jenderal Kemendagri memberikan apresiasi atas upayanya sebagai Pj. Bupati Lumajang dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
Evaluasi itu mencakup berbagai aspek tata kelola pemerintahan, pembangunan, keuangan, serta implementasi program-program strategis.
Termasuk mengimplementasikan berbagai inovasi, termasuk percepatan digitalisasi dengan pengembangan aplikasi “Lumajang Tulen” atau Lumajang Tumbas Online.
“Penguatan UMKM adalah fokus utama kami. Dengan digitalisasi katalog produk UMKM, kami berharap ekonomi lokal semakin maju,” pungkasnya (Ibnu)
Penulis : Kurniawan
Editor : MJ Choir
















