Pemkab Lumajang Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor untuk Percepat Penurunan Stunting

- Penulis Berita

Wednesday, 15 April 2026 - 17:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Kesehatan Lumajang saat foto bersama Asissten Administrasi dan sejumlah OPD

Kepala Dinas Kesehatan Lumajang saat foto bersama Asissten Administrasi dan sejumlah OPD

Lumajang, Satu Detik – Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting hanya dapat dicapai melalui kolaborasi lintas sektor yang kuat, terintegrasi dan berbasis data hingga ke tingkat desa.

Komitmen tersebut diperkuat melalui pelaksanaan Rembug Stunting dan sosialisasi program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) pada Selasa (14/4/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan seluruh intervensi berjalan tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Asisten Administrasi Sekretaris Daerah Lumajang, Akhmad Taufik, menegaskan bahwa penanganan stunting tidak dapat dilakukan secara parsial. Ia menekankan pentingnya keterlibatan seluruh pemangku kepentingan dalam satu sistem yang terpadu.

“Semua pihak harus bergerak bersama. Stunting adalah persoalan lintas sektor, sehingga intervensinya juga harus terintegrasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, implementasi 11 arahan Kementerian Dalam Negeri menjadi landasan utama dalam penguatan kebijakan, meliputi pendataan ibu hamil dan balita, peningkatan layanan posyandu, pemenuhan gizi, serta penguatan sistem monitoring dan evaluasi berbasis data.

Menurutnya, pendekatan berbasis data menjadi kunci agar setiap intervensi tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga tepat sasaran dan mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat.

Melalui forum Rembug Stunting, pemerintah daerah memastikan proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program berjalan secara terstruktur dan berkelanjutan.

Forum ini juga berfungsi sebagai ruang konsolidasi lintas sektor untuk menyelaraskan program serta menghindari tumpang tindih kebijakan.

“Rembug stunting harus menjadi ruang strategis untuk memastikan setiap program saling terhubung dan berdampak,” tegasnya.

Program GENTING turut hadir sebagai penguat intervensi dengan mendorong keterlibatan aktif berbagai elemen, mulai dari organisasi perangkat daerah, tenaga kesehatan, akademisi, organisasi masyarakat, hingga dunia usaha.

Melalui skema Orang Tua Asuh, intervensi dilakukan secara lebih terarah kepada keluarga berisiko stunting, baik dalam bentuk dukungan nutrisi maupun non-nutrisi seperti perbaikan sanitasi, akses air bersih, dan edukasi kesehatan.

Dengan pendekatan kolaboratif tersebut, Pemkab Lumajang menargetkan penurunan stunting tidak hanya tercapai secara kuantitatif, tetapi juga berkelanjutan melalui sistem yang kuat dan terintegrasi.

Penguatan sinergi lintas sektor ini sekaligus menegaskan bahwa penanganan stunting bukan sekadar program kesehatan, melainkan gerakan bersama yang membutuhkan komitmen seluruh elemen untuk menciptakan generasi yang lebih sehat dan berkualitas di masa depan.(har)

Lumajang, Satu Detik – Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting hanya dapat dicapai melalui kolaborasi lintas sektor yang kuat, terintegrasi dan berbasis data hingga ke tingkat desa.

Komitmen tersebut diperkuat melalui pelaksanaan Rembug Stunting dan sosialisasi program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) pada Selasa (14/4/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan seluruh intervensi berjalan tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Asisten Administrasi Sekretaris Daerah Lumajang, Akhmad Taufik, menegaskan bahwa penanganan stunting tidak dapat dilakukan secara parsial. Ia menekankan pentingnya keterlibatan seluruh pemangku kepentingan dalam satu sistem yang terpadu.

“Semua pihak harus bergerak bersama. Stunting adalah persoalan lintas sektor, sehingga intervensinya juga harus terintegrasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, implementasi 11 arahan Kementerian Dalam Negeri menjadi landasan utama dalam penguatan kebijakan, meliputi pendataan ibu hamil dan balita, peningkatan layanan posyandu, pemenuhan gizi, serta penguatan sistem monitoring dan evaluasi berbasis data.

Menurutnya, pendekatan berbasis data menjadi kunci agar setiap intervensi tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga tepat sasaran dan mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat.

Melalui forum Rembug Stunting, pemerintah daerah memastikan proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program berjalan secara terstruktur dan berkelanjutan.

Forum ini juga berfungsi sebagai ruang konsolidasi lintas sektor untuk menyelaraskan program serta menghindari tumpang tindih kebijakan.

“Rembug stunting harus menjadi ruang strategis untuk memastikan setiap program saling terhubung dan berdampak,” tegasnya.

Program GENTING turut hadir sebagai penguat intervensi dengan mendorong keterlibatan aktif berbagai elemen, mulai dari organisasi perangkat daerah, tenaga kesehatan, akademisi, organisasi masyarakat, hingga dunia usaha.

Melalui skema Orang Tua Asuh, intervensi dilakukan secara lebih terarah kepada keluarga berisiko stunting, baik dalam bentuk dukungan nutrisi maupun non-nutrisi seperti perbaikan sanitasi, akses air bersih, dan edukasi kesehatan.

Dengan pendekatan kolaboratif tersebut, Pemkab Lumajang menargetkan penurunan stunting tidak hanya tercapai secara kuantitatif, tetapi juga berkelanjutan melalui sistem yang kuat dan terintegrasi.

Penguatan sinergi lintas sektor ini sekaligus menegaskan bahwa penanganan stunting bukan sekadar program kesehatan, melainkan gerakan bersama yang membutuhkan komitmen seluruh elemen untuk menciptakan generasi yang lebih sehat dan berkualitas di masa depan.(Har)

Facebook Comments Box

Penulis : Hariyanto

Editor : Teguh Ekaja

Berita Terkait

Pererat Silaturahmi, Perhutani SKPH Lumajang Gelar Halal Bihalal
Polres Lumajang Amankan Sepuluh Terduga Pelaku Penganiayaan Kades Pakel
Tiga Produk Lumajang Raih Indikasi Geografis, Perkuat Identitas Ekonomi Lereng Semeru
Pemkab Lumajang Tekankan Penyusunan Raperda Harus Hati-hati dan Terukur
Digitalisasi Perkuat Transparansi, Pemkab Lumajang Dorong ASN Manfaatkan JConnect V3
Desa Jadi Garda Terdepan, Pemkab Lumajang Perkuat Peran Rembug Stunti
Bupati Sebut TPP Jadi Kunci Keberhasilan 20 Program Prioritas di Lumajang
Pengelolaan Bromo Tengger Semeru Perlu Sinergi Antar Daerah
Tag :

Berita Terkait

Friday, 17 April 2026 - 18:55 WIB

Pererat Silaturahmi, Perhutani SKPH Lumajang Gelar Halal Bihalal

Friday, 17 April 2026 - 18:44 WIB

Polres Lumajang Amankan Sepuluh Terduga Pelaku Penganiayaan Kades Pakel

Friday, 17 April 2026 - 18:37 WIB

Tiga Produk Lumajang Raih Indikasi Geografis, Perkuat Identitas Ekonomi Lereng Semeru

Wednesday, 15 April 2026 - 17:35 WIB

Pemkab Lumajang Tekankan Penyusunan Raperda Harus Hati-hati dan Terukur

Wednesday, 15 April 2026 - 17:26 WIB

Pemkab Lumajang Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor untuk Percepat Penurunan Stunting

Wednesday, 15 April 2026 - 16:50 WIB

Desa Jadi Garda Terdepan, Pemkab Lumajang Perkuat Peran Rembug Stunti

Tuesday, 14 April 2026 - 18:38 WIB

Bupati Sebut TPP Jadi Kunci Keberhasilan 20 Program Prioritas di Lumajang

Tuesday, 14 April 2026 - 18:34 WIB

Pengelolaan Bromo Tengger Semeru Perlu Sinergi Antar Daerah

Berita Terbaru