Lumajang, Satu Detik — Nuansa kebersamaan yang hangat dan penuh makna mewarnai kegiatan Halal Bihalal yang digelar oleh Perhutani Sub Kesatuan Pemangkuan Hutan (SKPH) Lumajang di kawasan pemandian Pemandian Alam Jarit, Jumat (17/4/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan pasca perayaan Idulfitri ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat hubungan emosional, membangun komunikasi yang lebih terbuka, serta meneguhkan semangat kolektif di lingkungan kerja Perhutani.
Tidak sekadar seremoni tahunan, Halal Bihalal kali ini dirancang sebagai ruang konsolidasi internal yang sarat nilai kebersamaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pimpinan dan pegawai, mulai dari Wakil Administratur (Waka ADM) Probolinggo dan Lumajang beserta keluarga, para Kepala Seksi (Kasi), Asisten Perhutani (Asper), hingga Mantri di lingkup SKPH Lumajang.
Turut hadir pula unsur Muspika Kecamatan Candipuro, yang menunjukkan sinergi antara Perhutani dan pemangku kepentingan wilayah.
Administratur Perhutani KPH Probolinggo, Akhmad Faizal, dalam sambutannya menekankan bahwa kekompakan yang selama ini terjalin merupakan aset penting dalam menghadapi berbagai tantangan pengelolaan hutan ke depan.
Ia menilai bahwa keberhasilan Perhutani tidak hanya ditentukan oleh aspek teknis, tetapi juga oleh kekuatan kolaborasi antar individu di dalam organisasi.
“Soliditas tim menjadi fondasi utama dalam mencapai target pengelolaan hutan yang berkelanjutan. Ketika komunikasi terbangun dengan baik dan dilandasi rasa saling percaya, maka setiap tantangan dapat dihadapi secara bersama-sama,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara kinerja dan keharmonisan hubungan kerja.
Menurutnya, suasana kerja yang kondusif akan berdampak langsung pada produktivitas serta kualitas pelayanan Perhutani kepada masyarakat, khususnya dalam pengelolaan sumber daya hutan yang berkelanjutan.
Sementara itu, Waka ADM SKPH Lumajang, Soegiarto Aries Soebagiyo, menegaskan bahwa Halal Bihalal memiliki dimensi yang lebih dalam dibanding sekadar tradisi.
Ia menyebut kegiatan ini sebagai sarana refleksi diri sekaligus penguatan nilai-nilai kebersamaan yang menjadi budaya kerja Perhutani.
“Ini bukan hanya tentang saling memaafkan, tetapi juga memperbarui komitmen untuk bekerja lebih baik, lebih solid, dan lebih harmonis. Dengan kebersamaan yang kuat, kita optimistis dapat menghadapi berbagai dinamika di lapangan,” ungkapnya.
Kegiatan berlangsung dalam suasana santai namun tetap khidmat. Rangkaian acara diisi dengan ramah tamah, saling bersalaman, serta interaksi informal antar pegawai dan keluarga.
Momen ini dimanfaatkan untuk mempererat hubungan yang selama ini mungkin terbatasi oleh rutinitas pekerjaan.
Selain memperkuat hubungan internal, kegiatan ini juga mencerminkan komitmen Perhutani dalam membangun budaya organisasi yang inklusif dan humanis.
Dalam konteks pengelolaan hutan, kekompakan tim dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan ekosistem sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat sekitar hutan.
Dengan berakhirnya kegiatan Halal Bihalal ini, diharapkan semangat kebersamaan yang telah terbangun tidak hanya berhenti sebagai seremoni, tetapi terus diimplementasikan dalam aktivitas kerja sehari-hari.
Nilai-nilai silaturahmi, solidaritas, dan sinergi diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mendorong kinerja Perhutani SKPH Lumajang yang lebih optimal di masa mendatang. (Yon)
Penulis : Yoni Kristianto
Editor : Mujibul Choir
















